Rabu, 04 November 2020

Mendaki gunung Papandayan 2.665 mdpl sendiri part 1


 Assalamualaikum wr. wb

Hai, ketemu lagi sama tulisan saya di blog ini. Kali ini saya mau cerita tentang pendakian saya bersama sahabat saya ke Gunung Papandayan. Dan kami hanya mendaki berdua saja. Penasaran nggak sahabat saya ini laki-laki/perempuan ?. :D Sahabat saya ini perempuan ,  seumuran dengan saya, dan di kala itu sama sekali belum pernah mendaki. Ini memang bukan pendakian saya yang pertama kali, tapi ini adalah kali pertama saya mendaki mandiri hanya berdua saja dengan teman saya.

Mungkin di kalangan orang yang belum pernah mendaki akan terheran-heran, kok bisa ? kok berani ? Betul ?


Ya, tapi lain lagi di mata seorang  pendaki. Ya wajar sajalah karena papandayan adalah gunung wisata yang bisa di bilang aman lah untuk pemula. Kenapa aman ? karena di gunung ada security yang tugasnya memantau pendaki dari tiap pos ke pos. Bahkan ada anjing yang sengaja di latih untuk memantau pendaki juga. Namun pendakian nekat seperti ini jangan di tiru ya temen-temen.

Gunung papandayan dengan tinggi 2.665 mdpl, sangat ramah wisatawan khususnya untuk aktivitas pendakian. Dan sangat terkenal dengan keindahan hutan mati dan sabana edelweis di tegal alunnya. kabut lembut akan selalu menyapa para pendaki. Walaupaun medan didominasi dengan bebatuan tapi jalur digunung ini lumayan landai dan mudah dilalui apalagi untuk pemula.




Start, dari bekasi sekitar jam 17.30 kami berangkat ke terminal bekasi. Kemudian kami naik bus primajasa jurusan garut. Fyi bis primajasa hanya ada sampai jam 19.00 di atas jam itu masih ada bis arah garut tapi selain primajasa. Meski sudah memberi pesan kepada kenet bis bahwa kami akan turun di SPBU tarogong dan akan naik ke gunung papandayan tetap saja kami sangat was-was hingga memasang alarm takut terlewat terbawa sampai ke terminal. Maklum yah, kami pemula sekali.

Dari jauh-jauh hari kami sudah janjian dan koordinasi lewat whatsapp dengan kenalan kawan kami yang akan mengantar kami ke basecamp gunung papandayan. Sebenarnya di SPBU tarogong ini sendiri, memang sudah jadi titik turun pendaki-pendaki yang akan naik ke gunung papandayan / Guntur. Selain di SPBU tarogong di Terminal garut pun juga tetap menjadi titik turun para pendaki.

Lalu kami di antar dengan menggunakan mobil dengan tarif 75k/orang sekali jalan. Sebenarnya tarif mobil ini 150k  bisa diisi dengan 5/6 orang. Karena kami Cuma berdua dan kebetulan tidak ada barengan, yah mahal sedikit tidak apa-apalah namanya sudah tekad.

Sesampainya disana kita akan membayar di pintu masuk dengan tarif 35k  jika tektok, 65k  jika menginap yah memang ini gunung mahal ya temen-temen. Dari gerbang tiket ke area basecamp tidak terlalu jauh, tapi lumayan ya jika harus berjalan kaki.

Sesampainya di basecamp kami langsung mendaftar simaksi. Ternyata kami terlalu percaya diri, pihak basecamp tidak mengizinkan kami mendaki hanya berdua saja apalagi di saat itu cuaca sedang tidak bagus dan hujan. Kami di sarankan naik besok pagi atau akan menyewa guide dan bisa naik malam ini. Ah, tapi bagi kami menyewa guide akan membuat kami kurang nyaman dan tidak menikmati perjalanan. Akhirnya kami di sarankan untuk mendirikan tenda di bawah persis jalan yang utnuk mendaki. Bahkan pihak basecamp berbaik hati membantu mengantarkan kami dan mendirikan tenda.Kami sangat bersyukur waktu itu karena ternyata kami pun lupa tidak membawa senter sama sekali. Jadi untuk temen-temen sebelum mendaki harus persiapkan semuanya matang-matang ya.

Keesokan paginya kami kesiangan karna terlalu lelah perjalanan di bis. Kami bangun jam 06.00 dan langsung bergegas siap-siap untuk tracking. Ditemani hujan rintik-rintik kami tetap berjalan menapaki aspal, bebatuan wadas, hingga sampai di area warung-warung. Di sana akan ada petunjuk kemana langkah kita selanjutnya. Di salah satu warung kami istirahat sebentar. Ketika kami mau melanjutkan perjalanan ada pendaki lain yang menyapa, kami pun membalas dan berhenti  sebentar. Mereka membujuk kami agar tidak melanjutkan dulu pendakian karena hujan. Terlebih kami hanya berdua. Karena merasa tidak enak dan rasa percaya diriku pun agak luntur karena cuaca tidak kunjung membaik. Kami memutuskan untuk menunggu hujan reda sambil minum teh dan gorengan. Yah di pendakian ini kami tidak mengejar apa-apa kami hanya ingin berlibur bersama dan mencari pengalaman bersama. Ini sungguh menyenangkan tidak terburu-buru dan benar-benar menikmati alam.





Petunjuk arah 

Selepas hujan reda kami melewati hutan mati terlebih dahulu karena disini icon utama selain puncaknya yaitu tegal alun. Hutan mati adalah paling favorit. Jika sore, hutan mati akan tertutup kabut jadi hati-hati dalam mengatur waktu ya temen-temen.


Pemandangan indah hutan mati dengan background gunung kapur berwarna keputihan dibelakangnya, nampak seperti di luar negri ya temen-temen :D. Jangan lewatkan hutan matinya jika kesini. wajib foto dulu. 


Kemudian kita naik ke gubber hood melewati deretan pohon cantigi merah menawan, serasa memberi kami semangat baru sepulang kami dari sini. Pohon cantigi dengan daun hijau dan pucuknya berwarna merah, konon katanya bisa di makan. Tapi pada bagian yang berwarna merah saja temen-temen. Akarnya kuat dan pohonnya subur memagar sepanjang jalan, Rasanya seperti melindungi para pendaki dari angin dan kabut lembut yang ternyata menusuk sampai ke tulang kami. 

Sampailah kami di pondok salada. Teman-teman wajib lapor kepada petugas. Disini adalah tempat paling favorit para pendaki untuk mendirikan tenda. Tapi hati hati dalam memilih tempat usahakan jangan terlalu jauh dari area yang sudah tersedia. Karena jika malam babi akan muncul dan mencari makanan. Ketika kamu kesini makanan dan benda-benda yang memiliki bau harap disimpan dan di gantung agar tidak tercium oleh babi. Hal parah yang akan terjadi tendamu bisa tersruduk dan di sobek oleh babi yang lapar. kamu harus percaya ya karna sudah banyak yang terjadi. Jangan salah, babi disini besar-besar loh. Bukan menakut-nakuti tapi meningkatkan kewaspadaan lebih baik.





Gunung Papandayan amat sangat terkenal dengan sabana bunga edelweisnya di puncak yaitu tegal alun. Eits… tapi tenang bagi kamu yang dikejar waktu seperti kami, kamu sudah bisa menikmati hamparan Bunga edelweis ini di pondok salada. Puas-puasin foto disini dulu nih kalo gak sempat naik ke tegal alun.




Seperti yang dibilang diawal kami hanya sampai sini saja, karna waktu tidak memungkinkan. Dan panggilan kerja pun sudah menanti tidak bisa untuk di abaikan. Ah, rasanya waktu begitu cepat  berlalu, masih ingin berlama-lama disini.

Meski tidak begitu sukses kami bangga dengan perjalanan ini. Karna kami mau memberanikan diri dan kami mampu melewati ini dengan rasa senang

Setelah puas-puasin foto-foto dan istirahat di pondok salada, kami turun lewat jalur berbeda. Ini nih menariknya, dari rombongan kawan yang bertemu kami ternyata salah satu dari mereka adalah orang asli dari kaki gunung papandayan. Jadi ini poin plus yang bakal kita dapetin, wah berasa dapet guide gratis, hehe. Seru banget sih karna pastinya dia lebih paham dengan medan dan jalur yang harus kita lalui. Bahkan kita bisa naik lalu turun dengan jalur yang berbeda sekaligus dan kita bisa melihat langsung danau hijau di bawah kawah, keren banget gak si ? :D.





Ini deretan gunung di sebelah sisi jalur. Tak biasa dilewati oleh pendaki, jadi berasa hal baru yang sayang untuk di lewatkan. Tapi jangan coba-coba lewat sini ya temen-temen tanpa di dampingi orang yang paham dan berpengalaman. Tetap lewat jalur yang telah di sediakan tetap menjaga dan jangan merusak jalur pendakian.



Kami turun dan sampai ke basecamp sore hari sekitar jam 5 kurang lebih. Setelah itu kami harus bergegas ke terminal. Kami dijemput kawan kami dengan tarif yang sama mengantar kami ke terminal. Sebaiknya rame-rame kalo mau lebih hemat kalo engga bisa naik mobil losbak yang banyak di tawarkan di SPBU maupun di terminal. Alhamdulillah di terminal kami masih beruntung mendapatkan bis yang ke arah Bekasi dengan tarif yang kurang lebih sama ketika berangkat.

Dalam pendakian kamu mungkin akan terkejut dengan sifat asli dari temanmu. Jangan takut karna di situ lah mental dan kedewasaan kamu akan semakin terlatih. Menjadi pribadi yang lebih baik adalah harapan semua orang. Maka kita hanya mampu berusaha untuk tidak menjadi seseorang yang nantinya tidak ingin kita temui.

Jadi temen-temen jangan tahan langkah kakimu untuk mengejar mimpi. Yakin ketika kamu berusaha dan semangat untuk menggapainya akan ada jalan didepan sana, terlebih bersama dengan sahabatmu menjadi kekuatan tersendiri.

Dan ingat temen-temen dalam sebuah perjalanan tak perlu terburu-buru / terlalu mengejar target. karna yang terpenting adalah pengalaman dan nikmati keindahannya. Salam lestari .!

Sekian cerita saya semoga bermanfaat dan menginspirasi teman-teman semua, sampai jumpa di cerita selanjutnya.

Mari berteman di instagram follow @Indahdecce dan berkunjung di chanel saya Mba Decce

 

 

Wassalamu’alaikum wr. wb











Tidak ada komentar:

Posting Komentar