Assalamualaikum wr. wb
Hai, ketemu lagi sama tulisan saya di blog ini. Kali ini
saya mau cerita tentang pendakian saya bersama sahabat saya ke Gunung
Papandayan. Dan kami hanya mendaki berdua saja. Penasaran nggak sahabat saya
ini laki-laki/perempuan ?. :D Sahabat saya ini perempuan , seumuran dengan saya, dan di kala itu sama
sekali belum pernah mendaki. Ini memang bukan pendakian saya yang pertama kali,
tapi ini adalah kali pertama saya mendaki mandiri hanya berdua saja dengan teman saya.
Mungkin di kalangan orang yang belum pernah mendaki akan
terheran-heran, kok bisa ? kok berani ? Betul ?
Ya, tapi lain lagi di mata seorang pendaki. Ya wajar sajalah karena papandayan
adalah gunung wisata yang bisa di bilang aman lah untuk pemula. Kenapa aman ?
karena di gunung ada security yang tugasnya memantau pendaki dari tiap pos ke
pos. Bahkan ada anjing yang sengaja di latih untuk memantau pendaki juga. Namun
pendakian nekat seperti ini jangan di tiru ya temen-temen.
Gunung papandayan dengan tinggi 2.665 mdpl, sangat ramah wisatawan khususnya untuk aktivitas pendakian. Dan sangat terkenal dengan keindahan hutan mati dan sabana edelweis di tegal alunnya. kabut lembut akan selalu menyapa para pendaki. Walaupaun medan didominasi dengan bebatuan tapi jalur digunung ini lumayan landai dan mudah dilalui apalagi untuk pemula.
Start, dari bekasi sekitar
jam 17.30 kami berangkat ke terminal bekasi. Kemudian kami naik bus primajasa
jurusan garut. Fyi bis primajasa hanya ada sampai jam 19.00 di atas jam itu
masih ada bis arah garut tapi selain primajasa. Meski sudah memberi pesan
kepada kenet bis bahwa kami akan turun di SPBU tarogong dan akan naik ke gunung
papandayan tetap saja kami sangat was-was hingga memasang alarm takut terlewat
terbawa sampai ke terminal. Maklum yah, kami pemula sekali.
Dari jauh-jauh hari kami sudah janjian dan koordinasi lewat
whatsapp dengan kenalan kawan kami yang akan mengantar kami ke basecamp gunung
papandayan. Sebenarnya di SPBU tarogong ini sendiri, memang sudah jadi titik
turun pendaki-pendaki yang akan naik ke gunung papandayan / Guntur. Selain di
SPBU tarogong di Terminal garut pun juga tetap menjadi titik turun para
pendaki.
Sesampainya disana kita akan membayar di pintu masuk dengan
tarif 35k jika tektok, 65k jika menginap yah memang ini gunung mahal ya
temen-temen. Dari gerbang tiket ke area basecamp tidak terlalu jauh, tapi
lumayan ya jika harus berjalan kaki.
Sesampainya di basecamp kami langsung mendaftar simaksi. Ternyata kami terlalu percaya diri, pihak basecamp tidak mengizinkan kami mendaki hanya berdua saja apalagi di saat itu cuaca sedang tidak bagus dan hujan. Kami di sarankan naik besok pagi atau akan menyewa guide dan bisa naik malam ini. Ah, tapi bagi kami menyewa guide akan membuat kami kurang nyaman dan tidak menikmati perjalanan. Akhirnya kami di sarankan untuk mendirikan tenda di bawah persis jalan yang utnuk mendaki. Bahkan pihak basecamp berbaik hati membantu mengantarkan kami dan mendirikan tenda.Kami sangat bersyukur waktu itu karena ternyata kami pun lupa tidak membawa senter sama sekali. Jadi untuk temen-temen sebelum mendaki harus persiapkan semuanya matang-matang ya.
Keesokan paginya kami kesiangan karna terlalu lelah perjalanan di bis. Kami bangun jam 06.00 dan langsung bergegas siap-siap untuk tracking. Ditemani hujan rintik-rintik kami tetap berjalan menapaki aspal, bebatuan wadas, hingga sampai di area warung-warung. Di sana akan ada petunjuk kemana langkah kita selanjutnya. Di salah satu warung kami istirahat sebentar. Ketika kami mau melanjutkan perjalanan ada pendaki lain yang menyapa, kami pun membalas dan berhenti sebentar. Mereka membujuk kami agar tidak melanjutkan dulu pendakian karena hujan. Terlebih kami hanya berdua. Karena merasa tidak enak dan rasa percaya diriku pun agak luntur karena cuaca tidak kunjung membaik. Kami memutuskan untuk menunggu hujan reda sambil minum teh dan gorengan. Yah di pendakian ini kami tidak mengejar apa-apa kami hanya ingin berlibur bersama dan mencari pengalaman bersama. Ini sungguh menyenangkan tidak terburu-buru dan benar-benar menikmati alam.
Selepas hujan reda kami melewati hutan mati terlebih dahulu
karena disini icon utama selain puncaknya yaitu tegal alun. Hutan mati adalah
paling favorit. Jika sore, hutan mati akan tertutup kabut jadi hati-hati dalam
mengatur waktu ya temen-temen.
Kemudian kita naik ke gubber hood melewati deretan pohon cantigi merah menawan, serasa memberi kami semangat baru sepulang kami dari sini. Pohon cantigi dengan daun hijau dan pucuknya berwarna merah, konon katanya bisa di makan. Tapi pada bagian yang berwarna merah saja temen-temen. Akarnya kuat dan pohonnya subur memagar sepanjang jalan, Rasanya seperti melindungi para pendaki dari angin dan kabut lembut yang ternyata menusuk sampai ke tulang kami.
Sampailah kami di pondok salada. Teman-teman wajib lapor
kepada petugas. Disini adalah tempat paling favorit para pendaki untuk
mendirikan tenda. Tapi hati hati dalam memilih tempat usahakan jangan terlalu
jauh dari area yang sudah tersedia. Karena jika malam babi akan muncul dan
mencari makanan. Ketika kamu kesini makanan dan benda-benda yang memiliki bau
harap disimpan dan di gantung agar tidak tercium oleh babi. Hal parah yang akan
terjadi tendamu bisa tersruduk dan di sobek oleh babi yang lapar. kamu harus
percaya ya karna sudah banyak yang terjadi. Jangan salah, babi disini
besar-besar loh. Bukan menakut-nakuti tapi meningkatkan kewaspadaan lebih baik.
Gunung Papandayan amat sangat terkenal dengan sabana bunga
edelweisnya di puncak yaitu tegal alun. Eits… tapi tenang bagi kamu yang dikejar
waktu seperti kami, kamu sudah bisa menikmati hamparan Bunga edelweis ini di
pondok salada. Puas-puasin foto disini dulu nih kalo gak sempat naik ke tegal
alun.
Seperti yang dibilang diawal kami hanya sampai sini saja,
karna waktu tidak memungkinkan. Dan panggilan kerja pun sudah menanti tidak
bisa untuk di abaikan. Ah, rasanya waktu begitu cepat berlalu, masih ingin berlama-lama disini.
Meski tidak begitu sukses kami bangga dengan perjalanan ini. Karna kami mau memberanikan diri dan kami mampu melewati ini dengan rasa senang
Setelah puas-puasin foto-foto dan istirahat di pondok salada, kami turun lewat jalur berbeda. Ini nih menariknya, dari rombongan kawan yang bertemu kami ternyata salah satu dari mereka adalah orang asli dari kaki gunung papandayan. Jadi ini poin plus yang bakal kita dapetin, wah berasa dapet guide gratis, hehe. Seru banget sih karna pastinya dia lebih paham dengan medan dan jalur yang harus kita lalui. Bahkan kita bisa naik lalu turun dengan jalur yang berbeda sekaligus dan kita bisa melihat langsung danau hijau di bawah kawah, keren banget gak si ? :D.
Dalam pendakian kamu mungkin akan terkejut dengan sifat asli dari temanmu. Jangan takut karna di situ lah mental dan kedewasaan kamu akan semakin terlatih. Menjadi pribadi yang lebih baik adalah harapan semua orang. Maka kita hanya mampu berusaha untuk tidak menjadi seseorang yang nantinya tidak ingin kita temui.
Jadi temen-temen jangan tahan langkah kakimu untuk mengejar mimpi. Yakin ketika kamu berusaha dan semangat untuk menggapainya akan ada jalan didepan sana, terlebih bersama dengan sahabatmu menjadi kekuatan tersendiri.
Dan ingat temen-temen dalam sebuah perjalanan tak perlu terburu-buru / terlalu mengejar target. karna yang terpenting adalah pengalaman dan nikmati keindahannya. Salam lestari .!
Sekian cerita saya semoga bermanfaat dan menginspirasi teman-teman semua, sampai jumpa di cerita selanjutnya.
Mari berteman di instagram follow @Indahdecce dan berkunjung di chanel saya Mba Decce
Wassalamu’alaikum wr. wb















Tidak ada komentar:
Posting Komentar